Aug 12, 2011

My Own Seventeen was Finally Comes

Tujuh belas tahun.

Usia yang dianggap mayoritas orang adalah batas seseorang disebut dewasa. Hmm kurang setuju sih. Soalnya dewasa atau ngga itu gabisa ditentuin sama umur. Orang yang udah berkeluarga aja ada yang masih suka kekanak-kanakkan! Jadi aku sugestiin aja ke diri aku sendiri, umur 17 itu ya biasa aja. Sama kaya taun-taun sebelumnya. Menjadi tua dan jatah hidup ya otomatis berkurang. Tapi ya dasar anak muda *plakkk* teteuup aja masih suka men-spesialisasikan umur 17 a.k.a sweet seventeen! :)

Kemarin 11 Agustus, adalah hari bersejarah buat aku ceman-ceman!! Usiaku genap 17. Angka yang WAH buatku. Sekarang udah bisa bikin KTP, SIM, daaaaan buku nikah! Hahaha.

and here's the story . . .

Hati rasanya tak menentu menunggu datangnya Kamis ini. Apakah ayah akan datang memberi hadiah lewat mimpi indah? Adakah yang ingat hari itu? Apakah teman-temanku akan melakukan hal spesial? Apakah aku cukup "berharga" untuk mereka? Apakah, ada yang rela hati mengucapkan sekedar "HBD"? Aku tak pernah tahu.

Hari yang kutunggu akhirnya datang. Nenek membangunkan aku untuk sahur. Hal yang kuingat pertama adalah "this is my seventeenth!". Langsung kusambar ponselku. Ada 1 pesan diterima. Dari DIANI ABDIANILLAH, sahabatku sejak kelas VII SMP. Dulu, dia terpaksa harus pindah ke Cianjur saat kami naik kelas IX. Rasanya berat bukan kepalang saat dia mulai melangkah pergi. Haaaah :'(.

Back to the point, Didi, begitu ia sering kupanggil. Pemberi ucapan pertama (tepatnya jam 00.12.25 WIB) di hari "yang kuanggap" spesial ini. Doa serta harapan tersirat begitu pasti dalam setiap kata di pesan pendeknya. Thanks a lot my bestie. You still remember my borndate :').

Hal kedua yang aku ingin tahu adalah jejasos facebook. Sejauh ini baru sekitar belasan orang yang memberikan doa dan harapannya. Atau sekedar happy birthday bahkan HBD GBU. Aku memutuskan untuk menunggu sampai malam tiba untuk membuka facebook di PC membalas pesan-pesan yang (semoga) tulus dari mereka.

Waktu terasa begitu cepat. Tak ada kejutan yang berarti di sekolah. Teman-teman yang ada hanya mengucap "selamat ultah ya Oy" atau "traktirnya jangan lupa Oy" dan begitulah seterusnya. Sedikit sedih, tapi tak apa. Aku hibur diriku dengan "apalah arti sebuah ulang tahun yang sebenarnya mengurangi jatah umur?" Sedikit terhibur memang :)

11 Agustusku yang ke 17 ini berlangsung begitu datar. Tapi satu hal yang membuatku masih sanggup tersenyum. Allah masih memberiku izin menghirup oksigen, menatap langit yang biru merona, lautan yang masih menderu riang, aku masih punya waktu untuk menyerukan syukurku atas semua ini. Terimakasih Ya ALLAH, ya Tuhanku :')

Dan benar ternyata, sampai jam 11 tiba, tak ada kesan mendalam bagi Agustusku tahun ini. Tapi, terima kasih banyak bagi hati yang masih mau mengingat, bagi jari yang masih mau mengetik, dan lisan yang masih mau mengucap, selamat ulang tahun :) I do, I love you all :)

0 komentar:

Post a Comment