Masih lekat dalam ingatan, di bulan-bulan pertama perkuliahan berlangsung. Aku yang baru pertama kali merasakan tinggal jauh dari rumah untuk waktu yang lama, masih membutuhkan begitu banyak adaptasi. Hari-hari terlewati dengan hati yang linu karena terlalu rindu. Rindu rumah yang tetap terasa terang benderang saat mati lampu, karena saat itu kita berkumpul mengelilingi lilin, berpisah sejenak dengan teknologi, dan berbicara dari hati ke hati. Entah berapa kali rindu itu mengakar, membuka saluran-saluran untuk mengalirnya air mata. Tumpah ruah...