Mar 5, 2013

Inspirational Community

Beloved Classmates


Maroon Army

Love them as always :')

Feb 11, 2013

Dongeng Kita

Selamat malam kamu yang sedang berdamai di atas kasurmu beberapa kilometer dari tempatku menulis ini. Semoga kamu masih ingat tentang kata demi kata yang hingga saat huruf ini diketik masih terus berotasi di ingatanku. Tolong sisakan sedikit waktumu untuk kembali ke kata awal dari kalimat sebelumnya. Terinderakah olehmu ada pengharapan yang sarat disana? Sekali lagi, semoga.

Tahukah kamu beberapa malam terakhir, ada ratusan detik yang ku sisakan untuk mencari tahu alasan kamu berlalu. Aku terus mencari hingga aku tak jua mengerti. Hingga saat ini. Hingga tanda baca titik setelah berakhirnya kalimat ini.

Bukan, semuanya belum selesai. Aku masih tidak mengerti dan aku belum menyerah.
Bukan untukmu, tapi ini untuk kedamaianku.
Agar aku bisa menjadi sedamai kamu diatas kasurmu saat ini.
Kamu yang damai, tanpa mengingatku, atau sekadar menoleh dan melihat pecahan-pecahan memori yang mengkristal. (mungkin) memori kita.

Aku sudah lelah mengada-ada tentang dongeng kita. Tentang dunia peri yang diakhiri pangeran dan putrinya yang berdansa. Kutahu tak ada dansa di akhir cerita kita. Karena aku bukan peri. Dan tak ada aku di dunia peri. Tapi aku tak ingin, pada akhirnya aku harus lirih berkata, bahwa ternyata, dongeng kita, tak pernah ada.

Jan 25, 2013

Evaluasi Semester Satoeee!

Selamat siang. Halo bloggers, aku mau curhat dikit nih huhu. Semester 1 berlangsung dan berakhir dengan kurang baik *nangis di kaki gunung everest*. Iya! Selama semester 1 aku sakit-sakitan! Kena maag kronis segala. Padahal terhitung sampe kelas 2 SMA itu belum pernah yang namanya makan obat maag. Palingan pas kelas 3 aja tuh makan obat maag, itupun gara-gara saat itu aku kena disentri parah. Entah kenapa dikasih obat maag juga #pfft. Nah, balik lagi ya! Di semester 1 aku ga masuk 24 jam pelajaran karena sakit. Walaupun 3 jam nya dijatohin ke izin sama pengurus absen. Gara-gara telat ngumpulin surat. Dan akhirnya berujung pada kompensasi ngebersihin lab instrumentasi pengukuran atau yang biasa disingkat IP. Haah apa barusan? IP? IP???? Haaah...

Gara-gara cerita tentang kompensasi barusan, saya malah jadi keingetan IP yang itu. Yang mana? Yang ituuuuu. Bukan. Bukan istana plaza. Ini indeks prestasi woy indeks prestasiiiiii! #pfft. Oke. Kita mulai aja ya. Mulai apa? Eh teuing atuh kamu haha. Iya jadi aku masuk PMDK. Bukan. Bukan penelusuran minat dan kemampuan. Ini persatuan mahasiswa du du duuua ko ko kkk komaa. Hard to be said. Hff. Sedih? Bohong kalo bilang enggak! Sedihlah. Malu sama orangtua. Tapi alhamdulillahnya sih orangtua saya bukan tipikal orang tua yang terlalu menuntut nilai bagus ke anak-anaknya. Hihi I love my parents :*

Sebenernya hal ini terjadi karena saya yang kurang serius di semester 1. Masih kepikiran pengen jadi jurnalis. Hiks hiks. Tapi semester 2 insya Allah deh saya akan berjuang!

Yaah postingan ini intinya saya pengen curhat aja sih. Sekalian minta doa juga biar semester depan saya membaik aaamiin. Doain yah! Makasih...

Jan 15, 2013

Sore

Selamat sore, Tuhan.
Sore ini indah ya. Aku senang Tuhan. Hujan yang Kau anugerahkan mengenai aku sedikit demi sedikit. Mematikan sulutan-sulutan api amarah dalam jiwa ku walau sedikit demi sedikit.
Aku suka sore hari, Tuhan.
Dimana matahari sudah mulai meredam cahayanya.
Aku terduduk di depan kaca jendela, membuka laptop, kemudian mengarungi dunia virtual.
Menyaksikan tiap kisah dari orang-orang nyata.
Indah, Tuhan.
Aku ingin.....

Jan 14, 2013

Kau

Tuhan, tolong beri aku tambahan kapasitas ikhlas.
Tuhan, tolong tambahkan ampunanmu atasku yang kerapkali kehabisan rasa qana'ah.
Tapi Tuhan, bolehkah aku berharap sedikit saja lagi.
Ya, berharap seperti waktu itu. Yang akhir ceritanya tak seperti apa yang kuingin itu.
Aku menanti, Tuhan.
Menanti yang aku tak tahu apa.
Aku sabar, Tuhan.
Sabar menanti yang aku tak tahu apa.
Aku kuat, Tuhan.
Masuk ke lembar akhir perih itu berulang-ulang.
Beri aku tambahan kapasitas ikhlas, Tuhan.
Atau turunkan kapasitas ekspektasiku.
Kumohon segera ya, Tuhan?
Aku tau, Kau tau apa yang aku mau.
Dan aku tau, Kau selalu tau apa yang aku butuhkan.

Jan 9, 2013

Pencuri Tempo

Salahkah jika aku menjadi pencuri?
Pencuri tempo.
Wahai dirimu, yang berdiri di depan pekatnya cahaya matahari.

Wahai dirimu, andai saja mengukur kepekaan itu semudah mengukur suhu di laboraturium fisika terapan.
Mungkin tak akan ada ketololan yang mencari-cari sepatumu di tengah kerumunan.
Mungkin tak akan ada ketololan yang bahkan mengingat setiap detil sepatumu.

Wahai dirimu, siluet yang terlukis di kanvas cahaya.
Mengapa sepatu itu lekas sekali menghilang, setiap jam UAS usai.
Dua tangga sempit, dua tangga luas, secepat satu langkah melahap dirimu.
Dan kehilangan dirimu, ternyata lebih menyakitkan daripada memecahkan termometer di laboraturium korosi.

Hahaha..

Dec 17, 2012

Analogi Sepi

Lembayung senja masih menggoda pinisi yang sepi tanpa kemudi.
Masih bergejolak iri melihat pesona cakrawala yang tanpa cacat membuat langit dan laut terpatri.
Sejauh ku memandang, burung-burung camar tetap tampak berkoloni.
Suara deru ombak masih memenuhi ruang, meraih tepian, saling berlari.
Tapi disini- kenapa gelombang bunyi denting jarum jam masih sanggup ditangkap daun telinga?
Masih bisa menjamah membran timpani?
Menggetarkan malleus, incus, dan sanggurdi?

Apakah fase terakhir dari rasa sepi sedang ku layari?
Dengar!
Bangku nahkoda berderak tanpa penunggang.
Kapalku..
Karam.

Dec 12, 2012

Selamat Malam, Matahari Terbit

"Selamat malam matahari terbit"

Sebuah pesan singkat yang tak punya arah tujuan itu hanya berakhir di kotak draft. Aku tak punya nomormu. Yaa, walau sekalipun ku punya, aku yakin aku tak akan berani.

Seandainya kau cari tau. Niscaya kamu pasti tau. Aku begitu mudah diterka. Dari bait-bait di situs tumpanganku, dari kata perkata di twitter atau facebook yang begitu ber-khas. Selalu lagi, tentang kamu. Aku bukan intel yang hidup bermandi kode-kode, walau tak jarang aku harus pakai kode. Aku terlalu malu, andai kau tau.

Tahukah kamu, aku begitu mencari tau. Sudah kuhapal tempatmu berasal. Selalu ku ingat plat nomor motormu. Setiap gerikmu yang tertangkap inderaku bagai punya daya magnetis yang mengusik saraf responku. Aku tak suka ini, tapi sepertinya aku pun tak bisa mengelak.

"Selamat malam, matahari terbit"

Dec 11, 2012

Aku Rindu Kalian

Aku rindu untai doa dalam salam kalian tiap kali kita jumpa pun tiap kita pisah.
Aku rindu telinga-telinga dermawan yang kalian hibahkan untuk sekadar mendengar ceritaku.
Aku rindu wajah-wajah sumringah kalian yang menyapaku saat hari pertamaku sekolah setelah bangun dari sakit.
Aku rindu peluk damai kalian seraya berbisik "aku minta maaf".
Aku rindu tegur halus kalian, setiap kali aku menyimpang terlampau jauh.
Aku rindu tangan hangat kalian, yang sudi merangkul muramku dan bertanya "kamu kenapa?".
Aku rindu kalian yang selalu mendengar keluhanku dan bilang "aku mengerti".
Aku rindu kalian yang selalu berkata "kami sayang kamu karena Allah".
Tulisan ini memang tidak indah.
Tapi sungguh..
Aku rindu kalian....

Dec 5, 2012

Jadi...

Jika untuk berhenti bisa semudah itu, aku akan berhenti, bahkan saat semuanya belum sempat dimulai.
Jadi, jangan khawatir...

Kalau gema pita suaraku akan mengotori setiap ruang telingamu, maka tak perlu kau sobek gendangnya. Aku akan diam. Jadi, jangan khawatir...

Kalau satu pecahan jiwaku tak pernah kau izinkan untuk menampakkan diri, bukan masalah. Aku sudah berguru pada Hatori untuk jurus lari melesat. Selimit lebih cepat dari kepekaan saraf sensorikmu, agar kau tak mampu mendeteksi keberadaanku. Jadi, jangan khawatir...

Aku akan pergi. Jadi, jangan khawatir...

Nov 24, 2012

Just Stay or Go Far Away

Kau boleh terus berjalan meninggalkan, tapi bawalah serta punggung itu. Jangan biarkan aku menatapnya hilang di titik ujung perspektif jalanmu. Yang detik demi detiknya kudapati ujung jalan itu mengerdilkanmu. Detik demi detik itu pula cangkir rinduku mulai terisi penuh.

Ekspektasiku rasanya terlalu melebihi batasan. Dan jauh menipu harapan. Langkahmu tampak lebih pelan. Lalu perlahan diam. Kau berbalik! Sebuah senyum sinis yang bagiku amat manis, mendarat di retina dengan sempurna.

Asal kau tahu, sejak lama ku inginkan itu....

Tapi bukan untuk saat-saat yang terakhir.

Oct 23, 2012

Bila Saja Kau Kembali

Kamu...
Masihkan kamu yang berlayar di lautan?
Lautan yang nyaris koyak.
Penuh bangkai-bangkai kapal karam.

Bukan lagi,
Jangan lagi,
Jangan karam lagi, atau dasar telaga ini akan penuh.
Atau hingar ini akan makin luruh.
Makin sunyi, makin dijauhi.

Jangan sayang,
Apakah jangkar itu masih dipeluk lima jemarimu?
Masih terhuyung?
Kamu terlalu pantas untuk ragu.
Maka pergilah, bila perlu pergilah.
Tapi jika jangkarmu tak berakhir di pesisir ini, jangan kau karam.
Jangan pula kau hanya diam.

Pergilah!
Cari ia yang kau bilang bernama kepastian.

....
Aku akan tetap di sini.

Oct 13, 2012

Jauh

Aku berharap kakiku belum terlalu jauh melangkah-menjauhi masa lalu.

Benar saja, aku tak cukup lihai menjaga kenangan. Aku tak berbakat menggenggam janji. Dan justru membiarkannya berceceran sepanjang jalan cerita.

Mereka bilang, "hakikinya masa lalu adalah sosok yang paling jauh denganmu". Tak salah, tepatnya, aku tak bisa menyalahkan. Karena bahkan saat aku menoleh, titik ujung dari perspektif kenangan itu sudah tak lagi terjangkau oleh indera.

Kenangan itu memang tinggal kumpulan foto di album usang. Janji itu memang tinggal penunjuk jejak yang luput dihantam hujan. Kau tahu tinggal apa yang tersisa? Mungkin hanya kesepian berselaput penyesalan yang tak kenal perhentian.

Oct 3, 2012

"It's Just Too Good To Be True.."

Halo Oktober :)
Udah bulan baru lagi ya, gak kerasa udah sebulan lebih melepas status lajang siswa. HIDUP MAHASISWA!! Hahaha (Jadi, urang kudu ngaduk kituh?) akakak. Udah..udah.. To the point yuk ah hayuk! *nggandeng tangan pembaca*.

FYI, postingan ini punya satu kelebihan. Mau tau? Mau tau? Mau tauuuu? Oke kalem. Jadi, di postingan ini aku nulis judul lebih dulu. Biasanya, aku nulis isinya dulu, baru judulnya. Hahaha soalnya kalau judul dulu, biasanya jadi gak nyambung antara isi dengan judul. Gitu...

Oke guys, ayo kita begin. Seperti yang udah aku singgung di atas, sekarang tuh udah hampir sebulan aku kuli-ah. So far, quite good. Belum banyak sih yang berkesan, tapi syukuri aja, biar bahagia :D

Hem sebenarnya bingung sih mau mulai cerita dari mana. Agak malu gimana gitu bro haha. Tapi penasaran yah? Oh engga yah? Penasaran aja dong, biar beres ni postingan. Waka waka.

Jadi, ceritanya, yaa manusiawi lah, jadi, aku tuh, aduh gimana yah so hard to tell, too shy ta say. Hmm, gini loh pokoknya biasalah remaja gitu. Itu loh yang virus merah muda itu hahahaha *geli ih ciyus*. Intinya aku tuh lagi terserang virus itu. Yhahaha. Tapi, masalahnya, ah I hardly know myself so well. I hardly know him so well.

Kalo lagi dengerin lagu yang rada romantis itu suka kebayang-bayang bahwa aku masuk ke mesin waktu dan tiba-tiba jadi tokoh yang ada dalam lagu tersebut, nyang kayanye indah bener dah kisahnye. Tapi pas mesin waktunya direbut lagi sama Doraemon, aku nyadar kalo semuanya too good to be true....

Udah.. udah.. jangan galau! Haha.